Arsip untuk September, 2008

Sampah vs Makanan….

Apa yang terlintas dalam benak anda, jika membayangkan sampah?? Pasti yang terlintas adalah rasa mual, bau, lalat dan menjijikkan….. sampah adalah sisa-sisa dari makanan yang tidak terpakai lagi lalu dibuang ketempat penampungan. Tapi bagaimana jika makanan itu sampah dan sampah itu makanan??

Beberapa minggu terakhir bangsa kita kita di gemparkan dengan penemuan daging sampah dipasar kota-kota besar. penemuan ini berawal dari penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan… Eit… Sebentar-sebentar… td saya bilang PENEMUAN y??? Kesan dari kata Penemuan ko kaya ngbahas Teknologi aj, padahal kita lagi ngbahas SAMPAH. Tapi kata itu sungguh tepat bagi manusia-manusia yang menjadikan sampah itu menjadi makanan, ya ampun jahat banget sih….. padahal sampah itu sumber dari semua jenis penyakit.

BPOM telah merajia berton-ton daging sampah, makanan sampah itu telah berlangsung selama 5 tahun di pasar kota besar. Makanan sampah itu berasal dari sampah pembuangan hotel dan mal-mal besar seperti jakarta dan kota-kota besar yang memiliki hotel dan mall. Kemaren tahu formalin, baso borak, daging gelonggongan, ayam tiren, daging busuk, susu formula dengan bakteri sakazaki, obat palsu, makanan kadaluwarsa itulah sederet penemuan bangsa indonesia lalu besok akan ada penemuan apa lagi??? kalau selama ini generasi indonesia dijejali dengan makanan sampah lalu akan bagaimana anak cucu kita kedepannya…. maka tak heran jika penyakit-penyakit aneh menggerogoti generasi indonesia.

Bagaimana dengan pemerintah membenahi keterpurukan bangsa, sungguh benar-benar miskin sekali bangsa kita hingga harus memakan sampah untuk konsumsi sehari-hari. Bagaimana Kinerja BPOM, apa mereka tidak menfilter makanan yang beredar di masyarakat?? Makanan sampah yang beredar selama 5 tahun baru terbongkar sekarang lalu kemanakah BPOM selama 5 tahun kebelakang, apa mereka bekerja pada menjelang Idul Fitri dan hari besar sajakah?? lalu bagaimana dengan visi dan misi Badan Pengawas Obat dan Makanan. visi dan misi badan BPOM samakah dengan visi indonesia yang mencerdaskan kehidupan bangsa indonesia? mencerdaskan bangsa mulai dari hal terkecil yaitu kebutuhan dasar manusia (makanan) dan gizi yang baik agar bangsa indonesia terbebas dari gizi buruk dan kelaparan.  Makanan yang sehat akan menghasilkan sistem otak dan pencernaan yang baik maka akan menciptakan kualitas SDM yang baik pula.

BPOM kemanakan Visi dan Misi kalian?? Jalanlah sesuai dengan Tujuan yaitu sebagai pengawas obat-obatan dan makanan. Visi dan Misi sesuai maka kami generasi bangsa indonesia tidak akan takut dan khawatir terhadap makanan dan obat yang beredar.

Komentar bertahan »

“21″????

Apa yang terlintas  dalam benak anda mendengar kata 21???

Eit….. 21 bukan biokop cinema kesayangan anda lho, tapi 21 merupakan korban kematian “tragedi pasuruan” yang menelan 21 korban jiwa. Berawal dari pembagian zakat mal senilai Rp.30.000,- dari H. Saikon saudagar kaya raya asal pasuruan yang dikenal sangat dermawan.

sungguh ironos sekali hanya karena uang tiga puluh ribu rupiah harus dibayar dengan kematian. Memang bagi orang yang tidak mampu Rp.30.000 sangatlah berarti. Tapi bukan itu yang akan saya permasalahkan, disini saya tidak untuk menyalahkan H. Saikon… y biar H. Saikon mempertanggung jawabkannya pada Allah SWT. Karena pengadilan yang seadil-adilnya Hanya Dia Sang Pencipta.

Dari kasus diatas menurut anda ada g sih kaitannya dengan MANAJEMEN????

Jika saya menjadi H. Saikon, hal yang pertama dilakukan untuk membagikan zakat yaitu melihat kebelakang pada tahun 2007 hal serupa pun terjadi atas kasus pembagian zakat di tanggal 15Ramadhan. Maka diperlukan suatu strategi untuk berlangsungnya pembagian zakat, strategi itu bisa disebut dengan manajemen. Manajemen yang akan saya lakukan adalah:

1. melakukan perencanaan

perencanaan yang akan saya lakukan adalah mendata fakir miskin yang ada di daerah tempat kita tinggal, menyediakan dan memperkiraan zakat yang akan dikeluarkan karena jangan sampai fakir miskin yang jauh-jauh datang meminta zakat harus kecewa akibat tidak kebagian zakat. Nah… bagaimana agar semua terbagi rata?? kita melakukan pengorganisasian.

2. Mengorganisasikan

Untuk hal pengorganisasiannya pembagian zakat kepada fakir miskin yang sudah di data dilakukan dengan membagikan tiket atau karcis untuk mendapatkan zakat tersebut, ini dilakukan agar zakat yang dibagikan rata dan penerima zakat pun dapat mengambil zakat kapan pun atau tidak pada satu waktu untuk menghindari berjubal-jubal manusia mendapatkan zakat.

3. Kepemimpinan

Untuk berlangsungnya apa yang menjadi tujuan maka diperlukan tanggungjawab dari pembagi zakat, dengan adanya kerjasama dengan pihak amil zakat atau panitian pembagi zakat. Kepemimpinan harus menjadi tolak ukur yang akan dilakukan oleh panitia atau amil zakat.

Untuk para dermawan jika akan memberikan sebagian harta kita untuk orang yang memiliki hak mendapatkan zakat hendaknya harus melakukan persiapan atau manajemen sementara. Hingga apa yang kita lakukan tujuannya mulia jangan sampai menimbulkan dosa apalagi sampai menghilangkan nyawa manusia. Manajemen penting… manajemen bukan untuk perusahaan atau organisasi tapi manajemen zakat dan manajemen diri.

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.